Senin, 01 April 2013

Produk Agrobisnis Unggulan


MSS Bio-Digest

MSS Bio-Digest à pelumat/ pencerna: jerami/ rumput

Kondisi saat ini:
Kasus 1:
Pembakaran jerami menghasilkan gas CO 14 % lebih banyak dari industri, menyebabkan gangguan ISPA, dan membunuh mikroba tanah.

Kasus 2:
Tunggul padi dibalik mengakibatkan tidak terdapat O2 sehingga dari tunggul padi tersebut terjadi fermentasi yang menghasilkan Gas H2S (bau telor busuk) dan gas metan GH4.
Gas yang dihasilkan tersebut akan merusak tanaman padi berikutnya.

Kasus 3:
Akibat dari kasus 2 sehingga padi menguning. Untuk mengantisipasi kuningnya padi tersebut, maka petani biasanya memberikan pupuk Urea untuk menghijaukan daun karena hijaunya daun sangat penting fungsinya dalam proses fotosintesis. Namun, semakin banyak tunggul padi yang dibalik, maka semakin bersa kemungkinan jumlah padi yang menguning, maka akan semakin banyak pula Urea yang harus digunakan.


Fakta 1:
Efisiensi biaya pengolahan tanah
Dengan mekanisme budidaya biasa (tanpa MSS Bio-Digest), maka dibutuhkan 3 kali pengolahan tanah (biasanya menggunakan traktor/ cangkul), maka dengan menggunakan MSS Bio-Digest, pengolahan tanah bisa menjadi 2 kali.

Fakta 2:
Waktu tanam menjadi lebih cepat
Waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan tanah (3 kali traktor) paling cepat 15 hari atau biasanya sekitar 1 – 1,5 bulan. Sementara apabila menggunakan MSS Bio-Digest, traktor pertama dilakukan setelah panen (hari ke-1), kemudian diaplikasikan MSS Bio-Digest dan dibiarkan selama 7 hari. Kemudian setelah 7 hari, traktor kedua dilakukan, maka lahan sawah siap untuk ditanam.

Fakta 3:
Menghambat pertumbuhan gulma
Setelah aplikasi MSS Bio-Digest, biasanya gulma akan tumbuh secara cepat karena MSS Bio-Digest melumatkan jerami dan menjadi pupuk sebagai makanan gulma. Gulma yang tumbuh tersebut akan diratakan pada saat kegiatan pengolahan tanah (traktor kedua) dilakukan.

Fakta 4:
Penggunaan pupuk berkurang sampai 50 %
Dengan menggunakan MSS Bio-Digest, pupuk yang digunakan dapat berkurang sebanyak 50 %. Uji coba telah dilakukan di beberapa lahan sawah di Karawang, Tangerang, Lampung, Thailand.

Fakta 5:
Hasil panen lebih banyak
Dengan menggunakan MSS Bio-Digest, hasil panen dapat meningkat sekitar 20 % (hasil uji coba demplot).
Untuk kasus tanaman perkebunan seperti teh dapat meningkatkan hasil sampai 100 % (dua kali lipat).

APLIKASI
6 sachet MSS Bio-Digest untuk 1 Ha lahan sawah.
6 sachet MSS Bio-Digest dilarutkan ke dalam 150 – 200 L air kemudian disiramkan ke seluruh permukaan lahan sawah yang telah digenangi air setinggi 15 cm (menutup seluruh jerami).


MSS Bio-Soil+
Memulihkan dan menambah kesuburan tanah
Menambah produktivitas hasil panen (sekitar 20 %)
Mengandung mikroba alami dan mengganti organisme yang mati
Membuat nutrisi mudah larut dan memaksimalkan penyerapan kandungan pupuk oleh tanaman
Mengurai dan memecah material organik agar kandungan nutrisinya mudah diserap

Tanah biasanya kering/ tandus karena sering atau banyaknya dilakukan penggunaan pupuk kimia.

Fakta 1:
Dampak penggunaan pupuk kimia secara terus menerus:
Zat hara yang terkandung dalam tanah menjadi diikat oleh molekul-molekul kimiawi dari pupuk sehingga proses regenerasi humus tidak dapat dilakukan lagi. Akibatnya, ketahanan tanah/ daya dukung tanah dalam memproduksi menjadi kurang sehingga nantinya tandus.
Menguatnya resistensi hama akan suatu pestisida pertanian, terjadi ledakan serangan jumlah hama.
Mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman.
Disamping itu, penggunaan Urea biasanya sangat boros. Selama pemupukan, Nitrogen dalam urea tidak pernah maksimal karena kandungan nitrogen pada urea hanya sekitar 40-60 % saja. Jumlah yang hilang dapat mencapai 50 % disebabkan oleh penguapan, pencucian (leaching) serta terbawa air hujan (run off).

Fakta 2:
Pupuk kimia bersubsidi sangat terbatas ketersediaannya.
Harga pupuk kimia non subsidi semakin mahal.

Fakta 3:
Perubahan persepsi konsumen/ masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat.
Konsep dasar pertanian berkelanjutan adalah mempertahankan ekosistem alami lahan pertanian yang sehat, bebas dari bahan-bahan kimia yang meracuni lingkungan. (Sumber: http://www.anneahira.com/dasar-pertanian.htm)

APLIKASI
MSS Bio-Soil+ sangat cocok digunakan untuk semua jenis tanaman, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, juga dapat digunakan pada perbaikan/ perawatan lapangan golf dan lapangan bola.
Penggunaan MSS Bio-Soil+ tergantung jenis dan umur tanaman.
Untuk informasi produk lebih lanjut dapat menghubungi: dea.yusuf@mss-indonesia.com


Penelitian dan Pemasaran Produk Organik

Setelah enam tahun lebih saya berkecimpung di bidang penelitian pertanian dan sosial kemasyarakatan, maka hari ini saya mengukir sejarah baru dengan bergabung bersama PT Multi Sarana Sejahtera (MSS-Indonesia) di bagian marketing, meskipun saya pun tetap menulis sebagai penyaluran ide dan gagasan saya terhadap perkembangan pertanian Indonesia.
PT Multi Sarana Sejahtera adalah importir dan distributor tunggal untuk produk-produk agribisnis pilihan yang berkualitas dan ramah lingkungan. Setidaknya ada lima produk yang dijual PT Multi Sarana Sejahtera, yaitu:
PT Multi Sarana Sejahtera telah melakukan uji coba untuk produk-produk yang dipasarkan di beberapa wilayah dengan hasil yang sangat memuaskan. Ada seberkas harapan ke depan setelah mendalami kualitas dari produk-produk yang dijual PT Multi Sarana Sejahtera, terlebih untuk produk MSS Bio-Digest dan MSS-BopSoil+. Harapan tersebut yaitu peningkatan produksi pertanian dalam negeri. Kedua produk tersebut Insya Alloh saya yakin akan mampu meningkatkan produksi pertanian dalam negeri dengan kualitas yang baik. Dengan konsep ramah lingkungan, kedua produk tersebut dapat menjawab tantangan petani saat ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di mss-indonesia.com atau dilahkan kirimkan email ke: deamaulanayusuf@gmail.com